Produksi dan Kembangkan Game Lokal, ‘Oolean’ Jadi Solusi?

Produksi dan Kembangkan Game Lokal, 'Oolean' Jadi Solusi?

Game developer asal Bandung, Agate bekerja sama dengan Telkom Indonesia dan perusahaan hiburan digital, Melon membangun ekosistem bagi industri game dalam negeri.

Keinginan untuk meningkatkan angka game lokal yang dapat bersaing dan meraih pasar sendiri, menjadi alasan diinisiasinya Oolean.

Mengutip liputan6.comOolean merupakan sebuah kata dalam bahasa Sunda, dibaca ulin, yang berarti main.

Penamaan tersebut dirasa selaras dengan tujuan mereka, yang berkaitan dengan game.

Game lokal 'kuasai' pasar dalam negeri.

Sumber: upstation.asia

Presiden Direktur, sekaligus CEO PT. Melon Indonesia, Dedi Suherman, menyebut bahwa proyek ini akan berdampak positif pada game lokal, dikarenakan para pemain sendiri sering membagikan pencapaian mereka dalam game.

“Kami dari Melon melihat fenomena kekalahan perusahaan lokal dalam persaingan pasar, sementara potensi pasarnya sangat tinggi. Didasari oleh hal tersebut, kami sebagai perusahaan yang bergerak di bidang hiburan digital merasa perlu untuk membantu agar perusahaan game lokal dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri dalam waktu 5 tahun ke depan, dibantu perusahaan game lokal seperti Agate,” ucap Dedi di bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (10/7).

Oolean nantinya akan mengayomi dan mengembangkan platform game untuk user, pembuatan IP orisinil (pada produk game lokal), bekerja sama dengan developer game lokal pula untuk membuat game yang mendunia.

Selain itu, fungsi Oolean pun untuk mendistribusikan game asli developer dalam negeri, yang tentunya dirancang oleh Melon.

Hanya 0.4% game karya developer lokal di Indonesia.

Sumber: APK Pure

Kehadiran Agate pun jadi angin segar karena sejumlah game buatannya akan dibawah oleh Oolean. Antara lain, Onet Asli, Botol Ngegas dan Teka Teki Santai.

Judul yang mungkin lebih familiar di telinga gamer, seperti Valthirian Arc: Hero School Story pun akan hadir dalam Oolean.

“Hanya 8% (game) yang masuk ke perusahaan Indonesia, yaitu 0.4% untuk game karya developer Indonesia, sementara sisanya, 7.6%, ke publisher Indonesia yang mempublikasikan game karya developer asing. Untuk itu, Oolean dibentuk dengan tujuan membangun ekosistem game yang memadai di Indonesia, antara lain mengembangkan market share dan pertumbuhan developer game lokal Indonesia," kata kata Arief Widhiyasa, CEO Agate, seperti diberitakan KAORI Nusantara.

"Kontribusi Agate dalam kerja sama strategis ini adalah mengembangkan game, publishing game, pengembangan teknologi, serta membantu pembentukan dan berjalannya inkubator yang dibutuhkan untuk mengembangkan market share perusahaan game lokal. Hingga saat ini, kami telah meluncurkan tiga game casual yaitu Onet Asli, Botol Ngegas dan Teka Teki Santai,” tambah Arief.

Selanjutnya, seperti diungkap Arief, bahwa akan terdapat inkubator yang digunakan untuk mengembangkan bisnis game lokal. Para developer juga akan dipayungi oleh Indigo Game Startup Incubation.

"Saya harap dengan adanya Indigo Game Startup Incubation bisa memudahkan developer untuk membuat game dan dapat mengembangkan ide-ide game yang dimiliki," ujar Arief.

Berdasarkan data Asosiasi Game Indonesia (AGI), melansir Jawa Pospasar game di Indonesia akan terus tumbuh, hingga menjadi lima besar pasar game global pada 2030. Akankah Oolean jadi langkah berikut bagi tercapainya prediksi ini?

Sebagai informasi, Melon adalah perusahaan joint venture company antara PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dan SK Telecom (SKT), yang dibentuk 2010 silam. Sementara Agate telah berdiri sejak 2009 di Bandung, Jawa Barat.

BACA JUGA