Begini Cara AOV Kembangkan eSport Indonesia

GCUBE Begini Cara AOV Kembangkan eSport Indonesia

Dalam konferensi pers eSport AOVFight for Indonesia's Glory, Senin (27/8) kemarin, Garena Indonesia bersama Tencent menunjukkan komitmen mereka dalam eSport di Indonesia. Dalam acara tersebut, developer AOV ini menunjukkan kebanggaan mereka menjadi bagian dari Asian Games 2018. Meski belum menjadi cabang olahraga resmi, tapi eSport sudah menarik banyak penonton.

Head of AOV Marketing Director, Fenfen You mengungkapkan, dalam riset dari PwC, Indonesia diprediksi akan mengalahkan Jerman pada 2030 mendatang dan jadi ekonomi terbesar ke-5 di dunia. "Melihat fakta tersebut, Tencent yakin ini hanya masalah waktu bagi industri eSport Indonesia untuk berkembang pesat," tambah Fenfen, dalam acara yang diadakan di Ritz Cartlton Sudirman, Jakarta.

Apa itu eSport?

Komitmen AOV membangun eSport Indonesia

Alhasil, Tencent dan Garena Indonesia telah menyiapkan sejumlah program dan turnamen untuk menempat para atlet eSport Indonesia. Head of AOV Indonesia eSport, Edwin mengungkapkan berbagai kompetisi yang akan membawa para atlet lokal ke kancah internasional.

Turnamen:

Dimulai dari level amatir di mana akan ada AOV Princess Cup (oleh Atlet AOV wanita), Student Tournament (Turnamen AOV pelajar) dan Online Cup. Kemudian, menuju tingkat yang lebih profesional, dan melibatkan seluruh Indonesia adalah AOV Star League atau ASL. ASL sendiri telah memasukin musim kedua.

"Nah, ini yang paling ditunggu-tunggu. Berapa total prize pool ASL tahun ini? Apakah sama dengan tahun lalu? Mari kita lihat, prize pool tahun ini adalah 2,6 miliar rupiah. Dengan hadiah ini, ASL menjadi kompetisi eSports dengan total hadiah paling besar," kata Edwin.

Dengan ASL, para atlet eSport akan dapat menjadi bagian dari kompetisi yang lebih besar seperti AOV World Cup dan AOV International Championship.

Program:

Bukan hanya dalam segi kompetisi, tapi penempaan pemain juga dirasa penting. AOV Global eSport Director, Icy Liu menyebut pentingnya atlet Indonesia untuk belajar dari negara lain yang punya kompetisi eSport lebih maju. Dengan begitu, atlet Indonesia akan punya kesempatan untuk tunjukkan kompetensi mereka.

ESport Academy akan jadi "sarang" bagi Tencent memberikan pelatihan bagi para pemain amatir maupun profesional agar lebih siap dan lebih baik lagi. Program lainnya antara lain Caster Hunt, Pro Training Environment, Cross Country Communication serta Salary for Coach. Semua itu dilakukan demi meningkatkan eksposur pada eSport juga di Indonesia, serta atlet dan pelatihnya.

Dengan begitu, ASL season kedua juga telah siap untuk dimulai. Sejak September ini, selama 14 minggu ke depan tim-tim Indonesia seperti EVOS ID, GGWP ID, BTR dan RRQ akan berkompetisi dalam liga AOV ini.

Nah, kamu yang ngefans sama AOV wajib sih lebih rajin untuk belajar dan jadi player yang lebih baik!

Apa Saja Game yang Termasuk eSport?

BACA JUGA